Minggu, 10 November 2013
Sistem saraf sangat
berperan dalam iritabilitas tubuh. Tahukah kamu apa yang dimaksud
iritabilitas? Iritabilitas memungkinkan makhluk hidup dapat menyesuaikan
diri dan menanggapi perubahan- perubahan yang terjadi di lingkungannya.
Jadi, iritabilitas adalah kemampuan menanggapi rangsangan.
Sistem saraf mempunyai tiga fungsi utama, yaitu menerima informasi dalam bentuk rangsangan atau stimulus; memproses informasi yang diterima; serta memberi tanggapan (respon) terhadap rangsangan.
1. Sel Saraf (Neuron)
Unit terkecil penyusun sistem saraf adalah sel saraf disebut
neuron. Setiap satu sel saraf (neuron) terdiri atas bagian utama yang
berupa badan sel saraf, dendrit, dan akson.
Badan sel saraf adalah bagian sel saraf yang paling besar. Di
dalamnya terdapat nukleus dan sitoplasma. Di dalam sitoplasma terdapat
mitokondria yang berfungsi membangkitkan energi untuk membawa
rangsangan.
Dendrit adalah serabut-serabut yang merupakan tonjolan
sitoplasma dan berfungsi untuk menjalarkan impuls saraf menuju ke badan
sel saraf. Dendrit merupakan percabangan dari badan sel saraf yang
biasanya berjumlah lebih dari satu pada setiap neuron. Akson atau neurit
merupakan tonjolan sitoplasma yang panjang (lebih panjang daripada
dendrit), berfungsi untuk menjalarkan impuls saraf meninggalkan badan
sel saraf ke neuron atau jaringan lainnya. Jumlah akson biasanya hanya
satu pada setiap neuron. Di dalamnya terdapat benang-benang halus yang
disebut neurofibril. Di bagian ujung yang jauh dari badan sel saraf
terdapat cabang-cabang yang berhubungan dengan dendrit dari sel saraf
yang lain. Akson terbungkus oleh beberapa lapis selaput mielin yang
banyak mengandung lemak. Selaput mielin disusun oleh Sel-sel Schwann.
Lapisan mielin yang paling luar disebut neurilema. Lapisan tersebut
berfungsi untuk melindungi akson dari kerusakan. Sel Schwann membentuk
jaringan yang membantu menyediakan makanan untuk neurit dan membantu
regenerasi neurit. Selubung mielin bersegmen-segmen. Lekukan di antara
dua segmen disebut nodus ranvier. Nodus ranvier berfungsi mempercepat
transmisi impuls saraf. Adanya nodus ranvier tersebut memungkinkan saraf
meloncat dari satu nodus ke nodus yang lain, sehingga impuls lebih
cepat sampai pada tujuan.
Struktur suatu neuronmotor
Pertemuan antara serabut saraf dari sel saraf yang satu
dengan serabut saraf dari sel saraf yang lain disebut sinapsis. Pada
setiap sinapsis terdapat celah sinapsis. Sinapsis juga sebagai
penghubung antara ujung akson salah satu sel saraf dengan ujung dendrite
sel saraf yang lain. Pada bagian ujung akson terdapat kantong yang
disebut bulbus akson. Kantong tersebut berisi zat kimia yang disebut
neurotransmiter. Neurotransmiter dapat berupa asetilkolin dan
kolinesterase yang berfungsi dalam penyampaian impuls saraf pada
sinapsis.
2. Macam-Macam Neuron
Menurut fungsinya, neuron dibedakan menjadi tiga macam yaitu
neuron sensorik, neuron motorik, dan neuron asosiasi. Neuron sensorik
juga disebut sel saraf indra, karena berfungsi meneruskan rangsang dari
peneri-ma (indra) ke saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang).
Badan sel saraf ini bergerombol membentuk ganglia, akson pendek, dan
dendritnya panjang. Neuron motorik (sel saraf penggerak) berfungsi
membawa impuls dari pusat saraf (otak) dan sumsum tulang belakang ke
otot. Sel saraf ini mempunyai dendrit yang pendek dan akson yang
panjang. Neuron asosiasi atau sel saraf penghubung banyak terdapat di
dalam otak dan sumsum tulang belakang. Neuron tersebut berfungsi
menghubungkan atau meneruskan impuls dari sel saraf sensorik ke sel
saraf motorik.
Kata Kunci :
sistem saraf pada manusia,artikel sistem saraf pada manusia,saraf pada manusia,serabut saraf yang membawa impuls dari badan sel saraf disebutsumber: http://www.artikelbagus.com/2013/02/sistem-saraf-pada-manusia.html
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar